Jumat, 09 November 2012

Bedah mayor bonsai bougenvil # 3

Meja operasi kali ini membedah " kanker kulit " dari si kontet bougenvil nomer tiga. Sobat bisa melihat di gambar gambar dibawah ini, proses manipulasi kayu mati bawaan si bougenvil galian kurang lebih hampir dua tahun lalu.









pot baki semen made in sendiri, ditambah tanah liat supaya muat pasir malang lebih banyak




Sementara cukup sampai disini dulu sob, udah sore nih, mau mandi dulu ya, sampai jumpa lagi di catatan selanjutnya

Rabu, 07 November 2012

Langkah awal menuju bonsai kingkit nan rindang

Babon kingkit ini saya beli berbarengan dengan si kaliage osteoporosis, setelah berada dalam daftar antrian,  akhirnya, si kingkit siap naik " meja operasi ".

Butuh tiga hari mendandani si mungil ini, karena saya kerjakan bertahap di sela hari kerja  saya. Perlawanan sengit diberikan si kingkit waktu saya kawati, hhehehe, males juga motongin duri duri kecilnya satu persatu, jadi nya setelah beberapa waktu bersusah payah dan berlecet lecet ria, akhirnya si kingkit mau juga bergaya rindang ala jamur smurf.

Belum terlalu rindang sih sebetulnya, tapi sobat pasti sudah paham, bahwa si kingkit ini akan merimbun seiring berjalannya waktu.






torniket kawat, berharap supaya menghasilkan perakaran yang lebih radial

hasil lembur sampe malem
Ngadem dulu, adaptasi di pot baru

Senin, 05 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 2 )

Menyambung posting pertama, beberapa hari yang lalu, teknik deadwood kali ini akan mengulas tentang jin.

Ini bukan postingan mistik dan horror lho, jin yang dimaksud kali ini adalah istilah bonsai Jepang yang mengacu pada praktik manipulasi kayu mati pada cabang atau bagian atas dari batang tanaman bonsai.

Jin dimaksudkan untuk menunjukkan usia atau pohon telah memiliki perjuangan untuk hidup.

Di alam liar, angin, petir atau bermacam sebab lainnya telah menyebabkan ujung bagian atas atau cabang bagian bawah pohon menjadi mati dan terkelupas, tanpa membunuh keseluruhan pohon. Pada banyak kasus, Jin secara alami sering terlihat pada spesies Juniper / cemara.

Jin sering terlihat natural pada bonsai jenis juniper, Jin terlihat kurang sesuai pada spesies tanaman yang menggugurkan daun, ataupun spesies tanaman berdaun lebar.

Teknik jin dibuat dengan cara mengelupas kulit pohon bagian atas ataupun cabang yang diinginkan, dan dibiarkan hingga mengering.

Membuat jin pada posisi atas batang tanaman / top jin, dapat menghasilkan bonsai yang terlihat lebih pendek dan meruncing dalam satu langkah, dan juga meningkatkan dan memperkuat ilusi usia. Dengan membuat top jin, akan mendistribusikan kekuatan untuk cabang yang lebih rendah, sehingga tumbuh lebih cepat dan membantu meningkatkan diameter batang.

Ketika jin dibuat pada bagian cabang, teknik ini memungkinkan pebonsai untuk menghapus beberapa cabang yang tidak di inginkan tetapi juga sekaligus bermanfaat meningkatkan ilusi usia.

Nah, untuk memahami teknik jin, mari kita lihat bersama pada foto foto dibawah ini.

Sebuah karya legendaris dari John Naka, dengan beberapa  jin pada bagian atas dari bonsai cemara chinensis bergaya yose ue

Proses pembuatan top jin pada spesies yew / taxus


bonsai cemara chinensis karya Keiichi Fujikawa, dengan jin pada kanan atas, cabang tengah dan cabang bawah.










inspirasi jin dari alam liar

Sampai jumpa dengan teknik bonsai deadwood berikutnya..................bersambung


Artikel teknik deadwood lainnya :

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 3 )Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )

Kamis, 01 November 2012

Bonsai serut # 2 mulai berdandan

Assalamualaikum sobat bonsai semua, mungkin diantara sobat sudah pernah membaca posting Serut # 2, yang mana babon serut ini saya dapatkan sewaktu pulang kampung dua tahun yang lalu, ( kampung kelahiran saya di kota Kudus ), dalam perjalanan berkunjung ke daerah nenek saya di Blora, saya mampir ke daerah rembang, ke tempat teman lama ayah saya, dan melewati daerah hutan jati yang kebetulan di pinggir pinggirnya masih banyak terdapat pohon serut, dan singkat cerita, saya membawa bonggol serut ini sebagai " oleh oleh " ketika pulang ke ibukota.

Okelah, sudah cukup cerita nostalgia nya, sekarang silahken sobat sekalian nikmati hasil jepretan kamera  butut saya, yang menyajikan proses pembentukan bonsai serut ini, dimulai dari proses pembentukan kayu matinya menggunakan bor bonsai, kemudian proses pengawatan hingga proses pindah pot.































Masih perlu waktu bagi serut ini menjadi lebih indah dinikmati sebagai bonsai yang utuh, tapi setidaknya, sobat sekalian sudah bisa melihat cikal bakal bentuk permanen dari bonsai serut ini, sesuai desain yang saya inginkan.

Nantikan catatan terbaru dari serut # 2, pada posting selanjutnya

Wassalam


CATATAN REKAM JEJAK BONSAI SERUT # 2


Rabu, 31 Oktober 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )





















Dalam tradisi bonsai jepang, banyak teknik dan istilah khusus untuk  mengkreasikan bonsai yang secara visual dianggap sukses dalam menggambarkan miniatur keindahan pohon di alam liar.

Berbagai cara dan upaya, dilakukan para seniman bonsai, untuk memanipulasi bakalan bonsai mentah, dengan menciptakan ilusi menjadi seakan akan seperti pohon yang berusia tua dan indah secara visual dan artistik.

Dari berbagai metode yang sering dipraktekkan, teknik deadwood atau kayu mati adalah salah satu teknik yang populer, dimana secara spesifik, teknik ini dipraktekkan dengan memanipulasi, membentuk dan melestarikan bagian kayu yang sudah mati pada tanaman bonsai hidup.

Teknik deadwood digunakan untuk alasan kepraktisan dan estetika.

Praktis, banyak sekali kita jumpai, spesimen tanaman bonsai yang digali dari alam liar sering terdapat bagian kayu yang telah mati. Kayu mati juga bisa muncul pada tanaman bonsai yang terbentuk akibat dari berbagai macam sebab, misalnya serangan hama atau penyakit dan lain lain. Hal ini bisa saja dibuang sebagian atau bahkan seluruhnya, tapi terkadang dapat merusak bentuk secara keseluruhan dari pohon itu sendiri. Dan jika kayu mati harus dipertahankan, maka diperlukan proses manipulasi secara kimiawi untuk dapat melestarikan dan menghasilkan warna kayu yang telah lapuk. Selain itu juga, kayu mati biasanya perlu dibentuk agar sesuai rencana, dan memenuhi syarat untuk bisa menjadi bagian dari estetika bonsai itu sendiri.

Teknik deadwood dalam istilah bonsai jepang dibagi secara spesifik menjadi beberapa macam :
1. Jin
2. Uro
3. Shari
4. Sabamiki
5. Tanuki

.................................bersambung pada posting selanjutnya. :D

Sabtu, 27 Oktober 2012

Tokonoma








Sering juga disebut dengan toko, tokonoma adalah merupakan istilah umum Jepang, yang mengacu pada sebuah ruang ceruk khusus yang dibangun menyatu pada ruang tamu di rumah rumah jepang tradisional yang difungsikan sebagai tempat untuk menampilkan benda seni dan sebagai bentuk apresiasi pada seni itu sendiri.

Tokonoma dan isinya adalah elemen penting dari dekorasi interior tradisional Jepang. Kata 'toko' secara harfiah berarti "lantai" atau "tidur", 'ma' berarti "space" atau "ruang."

Barang barang umum yang sering dipresentasikan dalam sebuah tokonoma adalah kaligrafi, gulungan bergambar, rangkaian bunga dan tentu saja bonsai, walau terkadang secara tradisional, bonsai dianggap terlalu kotor untuk suatu tempat yang sangat dihormati.

Dalam adat istiadat masyarakat Jepang, ketika seorang tamu berkunjung, kursi tamu diatur dalam posisi tamu tersebut duduk membelakangi tokonoma, filosofinya adalah kesederhanaan, dimana tuan rumah tidak harus memamerkan isi dari tokonoma untuk tamu, dan dengan posisi duduk tadi, tuan rumah tidak perlu menunjuk tamu menuju tokonoma tersebut.

Melangkah di dalamnya dilarang keras, kecuali untuk mengubah tampilan dan isi dari tokonoma.