Tampilkan postingan dengan label Istilah istilah bonsai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Istilah istilah bonsai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Shidare - zukuri / weeping / cabang merunduk

Shidare zukuri, merupakan terminologi bahasa jepang untuk merujuk pada gaya bonsai dengan cabang yang merunduk ke arah tanah.

gaya ini menduplikasi gaya alami dari beberapa jenis pohon yang memang mempunyai karakter merunduk pada cabang cabangnya, seperti pohon wisteria, pohon weeping willow dan beberapa pohon lainnya
















Senin, 03 Desember 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 6 )


Teknik kayu mati yang terakhir adalah tanuki. Prinsip dari tanuki adalah menggabungkan pohon hidup ke bagian yang menarik dari kayu yang sudah mati yang sudah di awetkan, sehingga terlihat menjadi satu kesatuan utuh.

Untuk menambahkan pohon hidup ke dalam kayu mati, biasanya dibuat semacam alur atau saluran kedalam kayu mati tersebut. Pohon hidup, ( biasanya spesies juniper yang masih muda ) dimasukkan ke dalam alur tersebut lalu di patenkan dengan menggunakan sekrup, kawat atau klem. Seiring waktu, pohon muda tumbuh membesar dalam saluran tersebut dan menyamarkan fakta bahwa pohon tersebut adalah entitas yang berbeda. Sesudah pohon muda menyatu, maka alat pengikat seperti sekrup atau lain lainnya dihilangkan, dan pohon hidup tetap dirawat dan dibentuk selayaknya bonsai biasa.


Dalam cerita rakyat jepang, tanuki merupakan sebutan untuk anjing rakun Jepang yang bisa menyamar dengan berubah bentuk. Mungkin dalam peribahasa kita disebut dengan serigala berbulu domba, hehehehe.


Teknik bonsai tanuki tercipta untuk mensiasati sulitnya mendapatkan material pohon hidup berkayu mati di alam bebas. Di kalangan bonsai barat, teknik ini disebut juga phoenix graft, dan diterima sebagai bagian dari seni bonsai.

Dalam tradisi bonsai tradisional jepang, teknik ini tidak diterima, sehingga tidak ditampilkan dalam pameran bonsai resmi.

Untuk memahami teknik bonsai tipu tipu ini, mari kita saksikan gambar gambar di bawah ini









___________________________________________________________________________________


Foto di bawah ini adalah proses pembuatan bonsai tanuki yang saya kutip dari http://www.bonsai4me.com



tahun 2002
tahun 2004
tahun 2004
tahun 2005
tahun 2006
tahun 2009


Meskipun terkesan tipu tipu dan instan, jika kita melihat proses di atas, tetap saja membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Posting ini sekaligus menutup pembahasan tentang teknik deadwood atau kayu mati, semoga menambah perbendaharaan ilmu buat saya khususnya, dan terutama buat sobat sekalian para bonsai mania.

Sampai jumpa di posting posting berikutnya, salam bonsai.

Artikel teknik deadwood sebelumnya :


Senin, 26 November 2012

Teknik deadwood / kayu mati ( bag 5 )

Teknik kayu mati berikutnya adalah sabamiki, secara harfiah, sabamiki berarti batang berlubang atau batang yang terbelah.

Sabamiki menggambarkan efek visual dari batang yang mengalami kerusakan batang mendalam yang parah, yang telah mengalami pelapukan seiring berjalannya waktu akibat sambaran petir atau oleh sebab yang lainnya.

Teknik sabamiki dlakukan dengan cara mengupas kulit batang yang dilanjutkan dengan pengeboran atau pengukiran hingga ke dalam bagian kayu, dan area yang berlubang bisa dimulai dari dasar pohon ke arah bagian atas, atau hanya separuh baian batang. Luka dari dari hasil pengeboran tidak boleh memotong dan mengganggu aliran nutrisi pada tanaman, karena jika hal tersebut terjadi, maka cabang cabang di atasnya akan mati.

Setelah proses pengukiran selesai, daerah luka pada kayu di olesi dengan pengawet.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak bersama gambar gambar di bawah ini.

















Inspirasi sabamiki dari alam liar






bersambung lagi ya sob dan masbro sekalian.......


Artikel teknik deadwood sebelumnya :


Senin, 19 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )

Setelah memhami teknik jin dan uro, sekarang kita beranjak pada teknik kayu mati berikutnya, yaitu shari.

Pengertian shari adalah kayu mati yang terbentuk pada batang utama bonsai. Sebuah shari kecil biasanya berbentuk secara vertikal pada bagian depan batang. Shari memiliki nilai estetika yang kecil jika terbentuk di belakang batang, dimana jarang dilihat atau dikaburkan oleh pertumbuhan cabang.

Luka dangkal memperlihatkan bagian mati, yang dikelilingi oleh kulit hidup. Penyebab alami shari di alam liar biasanya terbentuk akibat cabang yang jatuh hingga merobek kulit batang bagian bawahnya, bisa juga akibat dari petir atau sebab sebab lainnya. Sebuah shari bisa terbentuk secara alami pada bonsai, dan bisa juga dibuat dengan mengukit kulit kayu.

Jika bentuk batang yang mati cukup besar, bonsai tersebut bisa dikategorikan pada gaya bonsai sharimiki.


Foto inspirasi shari dari alam liar















bersambung


Artikel teknik deadwood lainnya

Senin, 12 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 3 )

Setelah mengenal teknik jin, posting kali ini akan mebahas tentang teknik kayu mati selanjutnya, yaitu uro.

Pada spesies tanaman berdaun lebar, cabang yang mati umumnya membusuk dan jatuh dari pohon, dan menyisakan rongga yang terbentuk dari pertumbuhan kulit baru.

Uro adalah rongga atau cekungan pada bekas cabang yang telah tanggal atau gugur dari batang pohon.

Pembuatan uro dilakukan dengan membuat luka kecil berbentuk tidak teratur pada batang ketika menghilangkan cabang yang tidak di inginkan untuk menghindari penyembuhan luka yang jelek.


Sebuah foto uro natural dari alam liar








Dibawah ini, kita bisa pelajari bersama step by step teknik pembuatan uro, pada bonsai asam jawa, yang saya sadur dari http://www.mybonsaibuddy.com














Uro terlihat alami setelah melewati proses penyembuhan luka setelah beberapa waktu lamanya.

Okelah, semoga posting ini bermanfaat bagi saya terutama, dan juga bagi sobat bonsai sekalian, sampai jumpa pada posting teknik kayu mati berikutnya....bersambung



Artikel teknik deadwood lainnya :

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 2 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )

Senin, 05 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 2 )

Menyambung posting pertama, beberapa hari yang lalu, teknik deadwood kali ini akan mengulas tentang jin.

Ini bukan postingan mistik dan horror lho, jin yang dimaksud kali ini adalah istilah bonsai Jepang yang mengacu pada praktik manipulasi kayu mati pada cabang atau bagian atas dari batang tanaman bonsai.

Jin dimaksudkan untuk menunjukkan usia atau pohon telah memiliki perjuangan untuk hidup.

Di alam liar, angin, petir atau bermacam sebab lainnya telah menyebabkan ujung bagian atas atau cabang bagian bawah pohon menjadi mati dan terkelupas, tanpa membunuh keseluruhan pohon. Pada banyak kasus, Jin secara alami sering terlihat pada spesies Juniper / cemara.

Jin sering terlihat natural pada bonsai jenis juniper, Jin terlihat kurang sesuai pada spesies tanaman yang menggugurkan daun, ataupun spesies tanaman berdaun lebar.

Teknik jin dibuat dengan cara mengelupas kulit pohon bagian atas ataupun cabang yang diinginkan, dan dibiarkan hingga mengering.

Membuat jin pada posisi atas batang tanaman / top jin, dapat menghasilkan bonsai yang terlihat lebih pendek dan meruncing dalam satu langkah, dan juga meningkatkan dan memperkuat ilusi usia. Dengan membuat top jin, akan mendistribusikan kekuatan untuk cabang yang lebih rendah, sehingga tumbuh lebih cepat dan membantu meningkatkan diameter batang.

Ketika jin dibuat pada bagian cabang, teknik ini memungkinkan pebonsai untuk menghapus beberapa cabang yang tidak di inginkan tetapi juga sekaligus bermanfaat meningkatkan ilusi usia.

Nah, untuk memahami teknik jin, mari kita lihat bersama pada foto foto dibawah ini.

Sebuah karya legendaris dari John Naka, dengan beberapa  jin pada bagian atas dari bonsai cemara chinensis bergaya yose ue

Proses pembuatan top jin pada spesies yew / taxus


bonsai cemara chinensis karya Keiichi Fujikawa, dengan jin pada kanan atas, cabang tengah dan cabang bawah.










inspirasi jin dari alam liar

Sampai jumpa dengan teknik bonsai deadwood berikutnya..................bersambung


Artikel teknik deadwood lainnya :

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 3 )Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )