Rabu, 19 Desember 2012

Pose kedua bonsai kaliage osteoporosis

Tak sampai dua bulan, kaliage ku tampak subur dan sudah terlihat mulai awut awutan, saatnya cukur rambut dan di kepang dikit lagi.







Catatan rekam jejak :

Kaliage osteoporosis

Senin, 17 Desember 2012

Belajar memahami estetika bonsai ( bag 1 )

Artikel ini adalah catatan rangkuman dari beberapa sumber situs terkemuka, dan saya coba untuk menerjemahkan dan menyederhanakan, kemudian menulisnya kembali sesuai dengan bahasa penulisan saya dengan tidak mengurangi atau menambah poin atau maksud dari pembahasannya

Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai pembelajaran bagi saya pribadi khususnya, dan sobat bonsai semua yang haus akan informasi tentang bonsai, sehingga bisa menghasilkan kreasi bonsai yang indah dan sedap dipandang mata, sesuai dengan nilai estetika bonsai.

Mengingat panjangnya tulisan tentang estetika bonsai, dan saya tulis di sela kesibukan rutin, maka saya akan bagi dalam beberapa posting.


















Estetika bonsai adalah tujuan estetika dan karakteristik dari tradisi jepang dalam seni menanam miniatur pohon dalam sebuah pot. Banyak dari karakteristik budaya jepang, khususnya pengaruh buddhisme Zen dan ekspresi wabi sabi, menginformasikan tradisi bonsai dalam budaya tersebut. Selain itu, katalog panjang tentang gaya dan bentuk pohon konvensional membantu memberikan kohesi dengan tradisi pembentukan tanaman jepang. Sejumlah budaya lain di seluruh dunia telah mengadopsi pendekatan bonsai Jepang dan sementara beberapa variasi mulai muncul yang erat hubungannya dengan aturan dan filosofi desain dari tradisi jepang.  

bersambung

Rabu, 12 Desember 2012

Bonsai serut # 1, transformasi kedua

Serut pertama ini sudah pernah mengalami proses pengawatan beberapa waktu lampau. Tapi semuanya rusak, karena saat itu saya masih ngontrak rumah yang kondisi sekitarnya penuh dengan anak anak kecil yang iseng. Walhasil, serut ini jadi babak belur karena menjadi obyek mainan dan keisengan bocah bocah itu. Ya sudah laah, akhirnya saya biarkan si serut ini kembali liar, dan akhirnya hari ini saya bentuk kembali dengan bentuk yang sedikit berbeda dari bentuk awal.













Senin, 10 Desember 2012

Iseng iseng cangkok loa

Kehabisan stok babon untuk di kerjain, saya lihat bakalan loa yang sudah merimbun terlihat membuat sumpek pekarangan, dipangkas sayang, akhirnya saya putuskan untuk mencangkoknya, lumayan lah, buat stok babon di masa yang akan datang, sekalian praktek ilmu membentuk perakaran yang saya dapat dari hasil berselancar di dunia maya.

Berikut adalah trik mencangkoknya, dengan menggunakan gelas bekas air mineral, dan menggunakan media tanam campuran sekam dan pasir malang halus














akar serabut tumbuh subur setelah dua mingguan



cangkokan pertama

cangkokan kedua

Untuk menghasilkan batang utama bagian bawah yang bengkak alias menggembung di masa yang akan datang datang, saya membelah dasar cangkokan menjadi empat, lalu menyisipkan kerikil kecil agar batang bawah sedikit terganjal hingga terbelah sedikit, dan seiring waktu nanti, lukanya akan sembuh tapi membuat melar bagian batang bawahnya.

belah bagian dasar cangkokan


kerikil kecil sebagai pengganjal
Langkah terakhir, untuk menghasilkan perakaran yang radial alias rata mengitari batang utama, saya menggunakan compact disc bekas, dengan cara menyisipkan bagian bawah batang ke lubang CD, lalu menyusun akar sedemikian rupa, selanjutnya, timbun perakaran menggunakan media tanam.




Sampai titik ini, yang hanya bisa kita lakukan hanyalah menunggu, biarkan loa loa kecil ini menikmati kehidupan barunya, dan semoga hasilnya memuaskan di masa yang akan datang.....wassalam


Rabu, 05 Desember 2012

Bonsai serut # 4, inspirasi dari sebuah bencana

Malam itu hujan turun dengan derasnya, petir dan kilat menyambar saling bersahutan, dan gelegar suara guntur bahkan membuat binatang binatang hutan tercekat tak berani mengeluarkan suara. Gelapnya malam makin pekat, air yang tertumpah dari udara semakin bertambah derasnya, dan suara aneh berderak, kian bergemuruh seiring detik demi detik.

Bumi seperti bergetar, sebuah bukit yang setengah gundul akibat pembalakan liar mulai retak di sebagian sisinya, tiba tiba tanah bagian atasnya ambrol dan bergerak turun dengan kencangnya. Menerjang apapun yang berada dibawahnya. Pepohonan yang tersisa tak mampu menahan hempasan amuk sang alam, tercerabut dan tercerai berai, terseret ribuan kubik tanah dan terdampar pada titik nadir kaki bukit.

breberapa minggu kemudian, sebuah pohon mencoba bangkit dari keterpurukan, terbaring terendam sebagian batangnya ke dalam tanah, tunas tunas kecil membawa harapan akan kehidupan baru dari tubuh pohon yang sebagian rusak, patah, terkoyak dan mulai lapuk. Waktu demi waktu, cabang baru mulai membesar, meliuk bangkit kearah datangnya cahaya matahari. Dan tak terasa, dalam hitungan tahun, pohon tersebut telah kembali hadir menantang kerasnya alam dengan bentuk yang berbeda.

Cerita picisan diatas hanya selingan, supaya sobat sekalian bisa mengamini ide desain bonsai serut nomer tiga ini. Jujur, sudah lama saya dibuat pusing sama bonggol buruk rupa ini. Batangnya kacau, akarnya ga jelas, dan tak elok dilihat. Diputar puter, di tekak tekuk, berkali kali saya menyerah, karena tidak dapat ide. Dan akhirnya saya diamkan saja.

Hingga beberapa waktu lalu, saya melihat berita, tentang tanah longsor, yang juga memakan korban jiwa di beberapa tempat di negeri tercinta ini. Miris, prihatin dan turut berduka kepada seluruh korban tanah longsor. Tapi juga akhirnya terbersit sebuah ide, melihat gambar pohon yang tertimbun tanah longsor.

Silahkan simak gambar rekam jejak transformasi episode pertama dari serut buruk rupa, menjadi putri tidur yang cantik.....hehe, lebay.













saatnya baki semen karya sendiri bertugas

...............................................bersambung ke episode selanjutnya

Senin, 03 Desember 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 6 )


Teknik kayu mati yang terakhir adalah tanuki. Prinsip dari tanuki adalah menggabungkan pohon hidup ke bagian yang menarik dari kayu yang sudah mati yang sudah di awetkan, sehingga terlihat menjadi satu kesatuan utuh.

Untuk menambahkan pohon hidup ke dalam kayu mati, biasanya dibuat semacam alur atau saluran kedalam kayu mati tersebut. Pohon hidup, ( biasanya spesies juniper yang masih muda ) dimasukkan ke dalam alur tersebut lalu di patenkan dengan menggunakan sekrup, kawat atau klem. Seiring waktu, pohon muda tumbuh membesar dalam saluran tersebut dan menyamarkan fakta bahwa pohon tersebut adalah entitas yang berbeda. Sesudah pohon muda menyatu, maka alat pengikat seperti sekrup atau lain lainnya dihilangkan, dan pohon hidup tetap dirawat dan dibentuk selayaknya bonsai biasa.


Dalam cerita rakyat jepang, tanuki merupakan sebutan untuk anjing rakun Jepang yang bisa menyamar dengan berubah bentuk. Mungkin dalam peribahasa kita disebut dengan serigala berbulu domba, hehehehe.


Teknik bonsai tanuki tercipta untuk mensiasati sulitnya mendapatkan material pohon hidup berkayu mati di alam bebas. Di kalangan bonsai barat, teknik ini disebut juga phoenix graft, dan diterima sebagai bagian dari seni bonsai.

Dalam tradisi bonsai tradisional jepang, teknik ini tidak diterima, sehingga tidak ditampilkan dalam pameran bonsai resmi.

Untuk memahami teknik bonsai tipu tipu ini, mari kita saksikan gambar gambar di bawah ini









___________________________________________________________________________________


Foto di bawah ini adalah proses pembuatan bonsai tanuki yang saya kutip dari http://www.bonsai4me.com



tahun 2002
tahun 2004
tahun 2004
tahun 2005
tahun 2006
tahun 2009


Meskipun terkesan tipu tipu dan instan, jika kita melihat proses di atas, tetap saja membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Posting ini sekaligus menutup pembahasan tentang teknik deadwood atau kayu mati, semoga menambah perbendaharaan ilmu buat saya khususnya, dan terutama buat sobat sekalian para bonsai mania.

Sampai jumpa di posting posting berikutnya, salam bonsai.

Artikel teknik deadwood sebelumnya :