Rabu, 14 November 2012

Bonsai asem londo # 3 kena stroke


Setelah melewati masa penantian dua tahun lebih, perubahan signifikan terlihat pada batang utama si asem kompeni nomer tiga. Seluruh batangnya kena stroke, alias mati, menyisakan anakan yang hidup dari satu ruas akar, mungkin karena kebodohan dan ketidak tahuan saya dua tahun lalu yang memindah mindahkan babon ini dari pot satu ke pot lainnya selama masa adaptasinya, padahal masih rentan stres. Tapi ada berkahnya juga, kayu mati nya bisa buat latihan main bor, supaya tangan ini makin terampil dalam urusan ukir mengukir....:D

Monggo di nikmati proses pendandanan awal saya pada si pithecelobium dulce nomer 3











Cukup sekian dulu ya, udah malem nih, bersambung pada episode berikutnya



Kronologi catatan asem londo # 3

Bakalan asem londo

Senin, 12 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 3 )

Setelah mengenal teknik jin, posting kali ini akan mebahas tentang teknik kayu mati selanjutnya, yaitu uro.

Pada spesies tanaman berdaun lebar, cabang yang mati umumnya membusuk dan jatuh dari pohon, dan menyisakan rongga yang terbentuk dari pertumbuhan kulit baru.

Uro adalah rongga atau cekungan pada bekas cabang yang telah tanggal atau gugur dari batang pohon.

Pembuatan uro dilakukan dengan membuat luka kecil berbentuk tidak teratur pada batang ketika menghilangkan cabang yang tidak di inginkan untuk menghindari penyembuhan luka yang jelek.


Sebuah foto uro natural dari alam liar








Dibawah ini, kita bisa pelajari bersama step by step teknik pembuatan uro, pada bonsai asam jawa, yang saya sadur dari http://www.mybonsaibuddy.com














Uro terlihat alami setelah melewati proses penyembuhan luka setelah beberapa waktu lamanya.

Okelah, semoga posting ini bermanfaat bagi saya terutama, dan juga bagi sobat bonsai sekalian, sampai jumpa pada posting teknik kayu mati berikutnya....bersambung



Artikel teknik deadwood lainnya :

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 2 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )

Jumat, 09 November 2012

Bedah mayor bonsai bougenvil # 3

Meja operasi kali ini membedah " kanker kulit " dari si kontet bougenvil nomer tiga. Sobat bisa melihat di gambar gambar dibawah ini, proses manipulasi kayu mati bawaan si bougenvil galian kurang lebih hampir dua tahun lalu.









pot baki semen made in sendiri, ditambah tanah liat supaya muat pasir malang lebih banyak




Sementara cukup sampai disini dulu sob, udah sore nih, mau mandi dulu ya, sampai jumpa lagi di catatan selanjutnya

Rabu, 07 November 2012

Langkah awal menuju bonsai kingkit nan rindang

Babon kingkit ini saya beli berbarengan dengan si kaliage osteoporosis, setelah berada dalam daftar antrian,  akhirnya, si kingkit siap naik " meja operasi ".

Butuh tiga hari mendandani si mungil ini, karena saya kerjakan bertahap di sela hari kerja  saya. Perlawanan sengit diberikan si kingkit waktu saya kawati, hhehehe, males juga motongin duri duri kecilnya satu persatu, jadi nya setelah beberapa waktu bersusah payah dan berlecet lecet ria, akhirnya si kingkit mau juga bergaya rindang ala jamur smurf.

Belum terlalu rindang sih sebetulnya, tapi sobat pasti sudah paham, bahwa si kingkit ini akan merimbun seiring berjalannya waktu.






torniket kawat, berharap supaya menghasilkan perakaran yang lebih radial

hasil lembur sampe malem
Ngadem dulu, adaptasi di pot baru

Senin, 05 November 2012

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 2 )

Menyambung posting pertama, beberapa hari yang lalu, teknik deadwood kali ini akan mengulas tentang jin.

Ini bukan postingan mistik dan horror lho, jin yang dimaksud kali ini adalah istilah bonsai Jepang yang mengacu pada praktik manipulasi kayu mati pada cabang atau bagian atas dari batang tanaman bonsai.

Jin dimaksudkan untuk menunjukkan usia atau pohon telah memiliki perjuangan untuk hidup.

Di alam liar, angin, petir atau bermacam sebab lainnya telah menyebabkan ujung bagian atas atau cabang bagian bawah pohon menjadi mati dan terkelupas, tanpa membunuh keseluruhan pohon. Pada banyak kasus, Jin secara alami sering terlihat pada spesies Juniper / cemara.

Jin sering terlihat natural pada bonsai jenis juniper, Jin terlihat kurang sesuai pada spesies tanaman yang menggugurkan daun, ataupun spesies tanaman berdaun lebar.

Teknik jin dibuat dengan cara mengelupas kulit pohon bagian atas ataupun cabang yang diinginkan, dan dibiarkan hingga mengering.

Membuat jin pada posisi atas batang tanaman / top jin, dapat menghasilkan bonsai yang terlihat lebih pendek dan meruncing dalam satu langkah, dan juga meningkatkan dan memperkuat ilusi usia. Dengan membuat top jin, akan mendistribusikan kekuatan untuk cabang yang lebih rendah, sehingga tumbuh lebih cepat dan membantu meningkatkan diameter batang.

Ketika jin dibuat pada bagian cabang, teknik ini memungkinkan pebonsai untuk menghapus beberapa cabang yang tidak di inginkan tetapi juga sekaligus bermanfaat meningkatkan ilusi usia.

Nah, untuk memahami teknik jin, mari kita lihat bersama pada foto foto dibawah ini.

Sebuah karya legendaris dari John Naka, dengan beberapa  jin pada bagian atas dari bonsai cemara chinensis bergaya yose ue

Proses pembuatan top jin pada spesies yew / taxus


bonsai cemara chinensis karya Keiichi Fujikawa, dengan jin pada kanan atas, cabang tengah dan cabang bawah.










inspirasi jin dari alam liar

Sampai jumpa dengan teknik bonsai deadwood berikutnya..................bersambung


Artikel teknik deadwood lainnya :

Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 1 )
Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 3 )Teknik bonsai deadwood / kayu mati ( bag 4 )

Kamis, 01 November 2012

Bonsai serut # 2 mulai berdandan

Assalamualaikum sobat bonsai semua, mungkin diantara sobat sudah pernah membaca posting Serut # 2, yang mana babon serut ini saya dapatkan sewaktu pulang kampung dua tahun yang lalu, ( kampung kelahiran saya di kota Kudus ), dalam perjalanan berkunjung ke daerah nenek saya di Blora, saya mampir ke daerah rembang, ke tempat teman lama ayah saya, dan melewati daerah hutan jati yang kebetulan di pinggir pinggirnya masih banyak terdapat pohon serut, dan singkat cerita, saya membawa bonggol serut ini sebagai " oleh oleh " ketika pulang ke ibukota.

Okelah, sudah cukup cerita nostalgia nya, sekarang silahken sobat sekalian nikmati hasil jepretan kamera  butut saya, yang menyajikan proses pembentukan bonsai serut ini, dimulai dari proses pembentukan kayu matinya menggunakan bor bonsai, kemudian proses pengawatan hingga proses pindah pot.































Masih perlu waktu bagi serut ini menjadi lebih indah dinikmati sebagai bonsai yang utuh, tapi setidaknya, sobat sekalian sudah bisa melihat cikal bakal bentuk permanen dari bonsai serut ini, sesuai desain yang saya inginkan.

Nantikan catatan terbaru dari serut # 2, pada posting selanjutnya

Wassalam


CATATAN REKAM JEJAK BONSAI SERUT # 2