Menyambung posting pertama, beberapa hari yang lalu, teknik deadwood kali ini akan mengulas tentang
jin.
Ini bukan postingan mistik dan horror lho,
jin yang dimaksud kali ini adalah istilah bonsai Jepang yang mengacu pada praktik manipulasi kayu mati pada cabang atau bagian atas dari batang tanaman bonsai.
Jin dimaksudkan untuk menunjukkan usia atau pohon telah memiliki perjuangan untuk hidup.
Di alam liar, angin, petir atau bermacam sebab lainnya telah menyebabkan ujung bagian atas atau cabang bagian bawah pohon menjadi mati dan terkelupas, tanpa membunuh keseluruhan pohon. Pada banyak kasus,
Jin secara alami sering terlihat pada spesies Juniper / cemara.
Jin sering terlihat natural pada bonsai jenis juniper,
Jin terlihat kurang sesuai pada spesies tanaman yang menggugurkan daun, ataupun spesies tanaman berdaun lebar.
Teknik
jin dibuat dengan cara mengelupas kulit pohon bagian atas ataupun cabang yang diinginkan, dan dibiarkan hingga mengering.
Membuat
jin pada posisi atas batang tanaman /
top jin, dapat menghasilkan bonsai yang terlihat lebih pendek dan meruncing dalam satu langkah, dan juga meningkatkan dan memperkuat ilusi usia. Dengan membuat
top jin, akan mendistribusikan kekuatan untuk cabang yang lebih rendah, sehingga tumbuh lebih cepat dan membantu meningkatkan diameter batang.
Ketika
jin dibuat pada bagian cabang, teknik ini memungkinkan pebonsai untuk menghapus beberapa cabang yang tidak di inginkan tetapi juga sekaligus bermanfaat meningkatkan ilusi usia.
Nah, untuk memahami teknik
jin, mari kita lihat bersama pada foto foto dibawah ini.
Proses pembuatan top jin pada spesies yew / taxus
bonsai
cemara chinensis karya Keiichi Fujikawa
, dengan jin pada kanan atas, cabang tengah dan cabang bawah.
inspirasi jin dari alam liar