Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 September 2013
Cuci mata di bangkok part 3 : saatnya membawa kenang - kenangan pulang
Akhirnya waktunya pulang. Tak terasa sudah sepuluh hari yang menyenangkan saya habiskan di bangkok. Saatnya buat packing, dan tak lupa saya packing oleh oleh dari torkor, anting putri daun mikro dan beberapa bibit bodhi serta spesies ficus yang saya belum tahu nama sebutannya, yang saya kumpulkan dari sekeliling hotel.
Saya pisahkan tanaman ini dari tanah bawaannya, mengurangi volume akar, lalu mencuci bersih, hingga tak ada sisa tanah yang menempel. Setelah diangin anginkan sebentar, lalu saya bungkus rapat dengan tissue toilet. Sesudah itu baru dibungkus plastik dan masuk koper.
Saya sudah sukses melakukan hal yang sama setahun lalu di malaysia, sempat deg degan juga sih waktu masuk ke bandara, apalagi melewati pemeriksaan imigrasi. Alhamdulillah, baik di bangkok maupun di jakarta, bagasi saya aman terkendali.
Mungkin tips yang bisa saya berikan buat sobat semua yang mau membawa tanaman ke dalam pesawat, jangan membawa tanaman dalam jumlah dan ukuran yang terlalu besar. Dan pastikan tanaman yang kita bawa, bersih tanpa tanah, lalu paking dengan rapi.
Jika sobat membawa dalam ukuran besar dan banyak, pastilah harus melewati jalur merah yang penuh prosedur.
Sampai posting ini saya tulis, tanaman tanaman ini masih dalam proses adaptasi di lingkungan barunya, tapi tanpa kendala yang berarti. Semuanya tampak sehat dan sudah mulai bertunas.
Nanti kapan kapan saya update foto terbarunya.
Posting sebelumnya :
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
Cuci mata di bangkok part 2 : ngiler bonsai di kamphaeng phet road
Cuci mata di bangkok part 3 : jeprat jepret di tor kor
Jumat, 06 September 2013
Cuci mata di bangkok part 3 : jeprat jepret di tor kor
Puas melototin bonsai di episode 2 kemarin sob ???, nyok kite lanjut ke perjalanan berikutnya, saya menyeberang ke tor kor, tepat diseberang dari toko bonsai.
Tor kor market adalah salah satu destinasi wisata di bangkok, yang menyediakan aneka buah dan sayuran segar produk asli thailand. Saya tidak masuk ke dalam pasar ini, melainkan hanya berkeliling di depannya, yang menjadi pangkalan dari aneka penjual tanaman beraneka ragam.
Berbeda dari chatuchak plants market yang hanya buka hari rabu dan kamis, pasar tanaman ini buka setiap hari. Daripada lama lama cas cis cusnya, mending langsung pelototin hasil jepretan kamera butut saya aja, biarkan gambar yang bercerita......
sampai disini, nggak afdhol kalo pulang ke tanah air nggak bawa kenang kenangan, jadi setelah capek muter, saya memutuskan membeli bibit anting putri, kita sambung minggu depan aja ya, sekalian saya kasih foto foto cara membawa atau lebih tepatnya " menyelundupkan " tanaman ke pesawat, heehehehe.....
Baca posting sebelumnya :
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
Cuci mata di bangkok part 2 : ngiler bonsai di kamphaeng phet road
Tor kor market adalah salah satu destinasi wisata di bangkok, yang menyediakan aneka buah dan sayuran segar produk asli thailand. Saya tidak masuk ke dalam pasar ini, melainkan hanya berkeliling di depannya, yang menjadi pangkalan dari aneka penjual tanaman beraneka ragam.
Berbeda dari chatuchak plants market yang hanya buka hari rabu dan kamis, pasar tanaman ini buka setiap hari. Daripada lama lama cas cis cusnya, mending langsung pelototin hasil jepretan kamera butut saya aja, biarkan gambar yang bercerita......
![]() |
| anting putri |
![]() |
| lohansung |
![]() |
| lohansung |
![]() |
| babon anting putri |
![]() |
| babon anting putri |
![]() |
| soka |
Baca posting sebelumnya :
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
Cuci mata di bangkok part 2 : ngiler bonsai di kamphaeng phet road
Kamis, 29 Agustus 2013
Cuci mata di bangkok part 2 : ngiler bonsai di kamphaeng phet road
Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda, tak ada gema takbir, nggak ada suara bedug keliling, dan yang bener bener bikin kangen, sama sekali nggak ada ketupat, opor ayam sama sambel goreng ati buatan emak tercinta. Hambar sekaligus aneh. Kota bangkok yang memang komunitas muslimnya minoritas, membuat suasana lebaran terasa adem ayem saja.
Dua hari sesudah lebaran, masih tersisa sehari sebelum saya kembali pulang ke tanah air, saya bersama dua orang teman kembali ke chatuchak weekend market. Tujuan utama ya berburu oleh oleh buat sanak saudara dan teman teman, sekaligus berburu foto foto tanaman sebagai lanjutan dari episode pertama yang lalu.
Puas berbelanja oleh oleh, kami pun keluar dari chatuchak menuju arah tor kor market. Dari pintu keluar pasar, kami hanya perlu menyeberang jalan dan langsung menyusuri khamphaeng phet road.
Perut kenyang, haus hilang, saatnya beraksi. Saya memulai perburuan foto di pinggir jalan raya kamphaeng phet sebelum menyeberang lagi ke tor kor. Sembari permisi kepada empunya toko, saya mulai jeprat jepret di toko bonsai pertama.
Saya melanjutkan perjalanan ke toko kedua yang hanya terpaut jarak kurang lebih dua puluh meter. Toko kedua ini lebih besar, dengan koleksi bonsai yang lebih banyak dan lengkap.
puas jeprat jepret, saatnya menuju tor kor plants market, yang terletak persis di seberang dua toko bonsai ini. Tapi, kita sambung minggu depan aja ya, capek ngedit fotonya....wassalam
Posting sebelumnya :
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
Dua hari sesudah lebaran, masih tersisa sehari sebelum saya kembali pulang ke tanah air, saya bersama dua orang teman kembali ke chatuchak weekend market. Tujuan utama ya berburu oleh oleh buat sanak saudara dan teman teman, sekaligus berburu foto foto tanaman sebagai lanjutan dari episode pertama yang lalu.
Puas berbelanja oleh oleh, kami pun keluar dari chatuchak menuju arah tor kor market. Dari pintu keluar pasar, kami hanya perlu menyeberang jalan dan langsung menyusuri khamphaeng phet road.
Sebelum kamera butut beraksi, sejenak kami melepas lelah di sebuah street cafe, sambil menikmati penganan khas bangkok yang super murah dan enak yang kami beli di dalam pasar tadi.
Perut kenyang, haus hilang, saatnya beraksi. Saya memulai perburuan foto di pinggir jalan raya kamphaeng phet sebelum menyeberang lagi ke tor kor. Sembari permisi kepada empunya toko, saya mulai jeprat jepret di toko bonsai pertama.
![]() |
| bonsai soka |
Saya melanjutkan perjalanan ke toko kedua yang hanya terpaut jarak kurang lebih dua puluh meter. Toko kedua ini lebih besar, dengan koleksi bonsai yang lebih banyak dan lengkap.
![]() |
| bonsai kimeng |
![]() |
| bonsai bodhi |
Masuk ke dalam toko ini, jajaran pot keramik tersusun rapi, dari ukuran kecil hingga ekstra besar.
puas jeprat jepret, saatnya menuju tor kor plants market, yang terletak persis di seberang dua toko bonsai ini. Tapi, kita sambung minggu depan aja ya, capek ngedit fotonya....wassalam
Posting sebelumnya :
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
Jumat, 23 Agustus 2013
Cuci mata di bangkok part 1 : chatuchak plants market
![]() |
| Touch down suvarnabhumi |
Rasanya tak perlu saya jelaskan panjang lebar, tentang pekerjaan saya, yang jelas nggak ada hubungannya dengan dunia bonsai membonsai, tapi, saya bersyukur, walau dalam misi pekerjaan sebagai tujuan utama, saya masih bisa menyempatkan diri untuk berkeliling bangkok, mengagumi perbedaan budaya dan pernak pernik kehidupannya, walaupun masih dalam suasana puasa.
Singkat kata dan cerita, kali ini saya menyempatkan diri untuk mengunjungi chatuchak plants market. Sebagai kata pengantar, mungkin banyak sobat sekalian yang pernah ke bangkok sangat familiar dengan pasar chatuchak, pasar yang naudzubillah gedenya, yang hanya buka tiap weekend, dimana ribuan turis tumpah ruah berbelanja aneka barang seperti produk fashion, souvenir dan lain lain yang cukup murah di kantong, tergantung juga kepiawaian kita dalam tawar menawar. Tapi bukan yang ini yang saya maksud, mungkin banyak sobat yang belum tahu, jika pada hari rabu dan kamis, seluruh pedagang tanaman seantero bangkok berkumpul disini. Yups, sesuai dengan tema blog ini, ujung ujungnya tanaman, hehhehe, nggak ada yang lain.
Berangkat dari hotel tempat saya menginap, Grand mercure fortune bangkok, hanya sepelemparan batu, terletak stasiun MRT phra ram 9. Saya membeli tiket terusan, yang bisa diisi ulang jika saldonya telah habis, melewatu pintu otomatis, Tanpa menunggu lama, kereta bawah tanah yang bersih dan nyaman, walaupun cukup padat penumpang membawa saya ke arah tujuan stasiun akhir bang sue. Melewati beberapa stasiun pemberhentian, sekitar 15 menit, sampailah kereta di stasiun khamphaeng phet, stasiun dimana pintu keluarnya langsung terhubung dengan pasar chatuchak. Dan mulai detik inilah mata saya tercuci bersih oleh deretan pedagang tiban yang riuh rendah bertransaksi dan menawarkan dagangannya dalam bahasa yang memusingkan kepala, hehehe.
Panasnya matahari cukup menyengat, membakar habis sisa sisa cairan yang masuk pada saat sahur. Tapi, hijaunya daun dan warna warni bunga beraneka ragam mengobati dahaga saya. Deretan penjual bibit anggrek, kaktus, adenium, bakalan bonsai hingga aneka tanaman besar memenuhi pinggir kanan kiri selasar pasar yang panjang. Saatnya kamera butut saya beraksi, gubrakkkkk, mohon maaf pemirsa, kamera butut saya ngadat, baterainya habis, rasa excited yang tak terhingga membuat saya lupa men charge baterai kamera. Sumpah serapah atas kebodohan ini hampir saja terlempar, untung saja puasa menyadarkan saya, walau tentu saja nyeselnya bukan main.
Huuuuuuu, penonton pun kecewa, untuk mengobati rasa kecewa kita, berikut saya sertakan foto foto yang saya comot dari database mbah google. Setidaknya agar memberi gambaran pada sobat semua tentang chatuchak plants market.
Oke, cukup sekian episode pertama yang agak menjengkelkan dan kurang klimaks ini, jangan buru buru pindah channel, karena minggu depan, saya akan kembali lagi dengan foto foto orisinal, hasil jepretan kamera butut saya, yang tentunya lebih full colour, dan banyak gambar gambar seronok pose bonsai aduhai sepanjang khamphaeng phet road dan tor kor plants market. Suerrrr.
Langganan:
Postingan (Atom)














































