Senin, 09 Juli 2012

Mini Green house abal abal DIY

Saat berselancar di internet, kebetulan saya membaca artikel tentang green house, yang sekarang banyak di aplikasikan pada sistem pertanian di negara kita. Dan proses berselancar saya berlanjut pada mini green house yang ternyata sudah banyak di jual baik secara online maupun offline. Bentuk nya pun bermacam macam, dari yang model rak hingga model portabel, tetapi harganya itu lho, lumayan mahal buat ukuran kantong saya, hehe, " daripada beli green house portabel, mending buat beli babon bonsai aje sob", begitulah bisikan setan imut berbuntut merah nan cebol di pundak kiri saya :p

Keesokan harinya, kebetulan hari libur saya, bosan tak ada kegiatan, mata saya tertuju pada sebuah kotak berkawat ram bekas kandang kelinci yang sudah almarhum milik keponakan saya yang teronggok di pojokan halaman belakang rumah, dan kebetulan pula, adik saya berbisnis laundry kiloan, tentunya, banyak sekali plastik transparan yang sudah tidak terpakai yang juga di tumpuk dekat bekas kandang kelinci itu.

" TRRRIIIING "....lampu teplok dalam otak pelit saya bercahaya terang, dan jiwa Mc Gyver saya pun langsung bergejolak hebat tanda terisi ide cemerlang,..hahaha, ( lebay mode on kata pasukan alay :D ).

Lanjuut sob, saya langsung siapkan alat tempur berupa gergaji, paku, martil dan kawan kawan, tak lupa secangkir kopi panas, dan sebungkus rokok, biar lebih afdhol. Mulailah saya mulai sedikit memodifikasi kandang, memberi sekat supaya menjadi dua tingkat, memasang plastik transparan, bla...bla....bla...bla...dan, silahkan sobat sekalian lihat gambar gambar hasil kerajinan tangan saya, yang layak untuk dicaci dan dicela ini...hehe.

Saya belum tahu apakah green house abal abal saya ini ber efek bagus untuk bibit bibit tanaman saya, karena ini adalah rangkaian pertama dari ujicoba saya, mungkin suatu saat nanti, saya akan memberikan laporan terbaru mengenai hasil trial ini, tapi satu hal yang ingin saya tekankan adalah, teruslah menanam, hijaukan negeri ini, dan tetaplah jaga spirit DIY alias Do It Yourself, demi menjaga kemurnian idealisme, dan tentunya menjaga isi kantong tetap stabil.....haalaaah

wassalam.

Inspirasi mini green house pertama
Inspirasi mini green house kedua

eng...ing.....eeeng....inilah hasilnya

tampak depan

penampakan bagian dalam, bagian bawah tidak ditutup plastik untuk ventilasi udara.

tampak samping

penumpang kloter pertama, berupa bibit hasil stek loa dan sancang.

Stek pohon loa

Melakukan stek pada pohon loa ( ficus racemosa )  , ternyata tak semudah menyetek saudara saudaranya yang lain dari keluarga ficus seperti kimeng atau karet dollar.

Beberapa kali saya mencoba untuk melakukan stek pada tanaman ini. Dan selama itu pula saya gagal total. Padahal saya sudah meletakkan bakal stek dan medianya di tempat teduh, terhalang dari sinar matahari, dan bla...bla....bla....,tapi tidak sampai 4 hari, batang loa yang saya stek selalu kering dan mati.

Terdorong oleh rasa penasaran tingkat tinggi, akhirnya saya menemukan satu ide, yaitu dengan menyungkup batang stek dengan kantong plastik transparan, lalu meletakkan medianya di tempat yang penuh dengan kelembaban tinggi ( pada kasus ini, saya meletakkannya di pojokan kamar mandi hehehe), daaaaaaan......berhassiiiiiiiil.

Berikut adalah cara stek loa versi saya, dan mungkin trik ini bisa dipakai oleh sahabat bonsai sekalian yang ingin melakukan stek pada tanaman ini.

Alat dan bahan yang dibutuhkan :

- Pot kecil / botol plastik /gelas bekas air mineral / polybag, atau wadah apa saja
- Media tanam yang porous, ( saya menggunakan campuran pasir malang dan kompos 1 : 1 )
- Kantong plastik transparan
- Potongan batang pohon loa yang tidak terlalu tua atau terlalu muda sepanjang 7 - 10 cm

Langkah langkah :

1. Masukkan media tanam secukupnya ke dalam wadah
2. Tancapkan batang loa ke media tanam
3. Siram media tanam sampai basah ( lubangi bagian bawah wadah jika menggunakan botol atau gelas bekas air mineral, supaya air tidak menggenang )
4. Sungkup rapat dengan kantong plastik transparan
5. Simpan di tempat yang lembab ( misalnya di bawah wastafel, kamar mandi dll ), dan terlindung dari sinar matahari 

Serabut akar halus sudah mulai terlihat dalam tempo 1 - 2 minggu

Berikut ini adalah foto dokumentasi tahapan stek loa

loa pertama, di sungkup rapat
loa kedua, di sungkup rapat
loa pertama, sesudah satu minggu, akar serabut sudah terlihat 
loa kedua, sesudah satu minggu, akar serabut sudah terlihat, bahkan sampai ke ujung pucuk

Jumat, 06 Juli 2012

Buxus

Ada beberapa varian buxus yang lazim di gunakan sebagai bahan bonsai

1. Buxus Mycrophyla













Tanaman ini adalah spesies asli jepang dan taiwan.Masih termasuk famili buxaceae, bernama ilmiah buxus microphylla. Orang barat menyebutnya japanese box atau littleleaf box.


Scientific classification
Kingdom:Plantae
Division:Magnoliophyta
Class:Magnoliopsida
Order:Buxales
Family:Buxaceae
Genus:Buxus
Species:B. microphylla
Binomial name
Buxus microphylla

2. Buxus sempervirens















Dikenal luas dengan nama Common box, European box dan boxwood, tanaman ini berasal dari bagian barat dan selatan eropa, barat laut afrika, Asia barat daya, Inggris selatan, bagian utara maroko, wilayah timur mediterania hingga ke turki.

Scientific classification
Kingdom:Plantae
Division:Magnoliophyta
Class:Magnoliopsida
Order:Buxales
Family:Buxaceae
Genus:Buxus
Species:B. sempervirens
Binomial name
Buxus sempervirens

Kamis, 05 Juli 2012

Japanese black pine






















Bisa mencapai ketinggian sampai 40 meter, tanaman ini adalah spesies asli jepang, dan sebagian korea selatan.

Dunia internasional menyebutnya Japanese black pine, japanese pine, black pine, dan orang jepang sendiri menyebutnya kuromatsu. Salah satu tanaman legendaris yang umum digunakan di dunia perbonsaian internasional.


Scientific classification
Kingdom:Plantae
Division:Pinophyta
Class:Pinopsida
Order:Pinales
Family:Pinaceae
Genus:Pinus
Subgenus:Pinus
Species:P. thunbergii
Binomial name
Pinus thunbergii

Senin, 02 Juli 2012

Rukam









Salah satu tanaman eksotis khas Indonesia, sudah mulai tergolong langka, masuk dalam klasifikasi Flacourtiaceae, buahnya dapat dimakan langsung tetapi agak asam, buah ini biasanya dinikmati sebagai rujak, asinan, selai, dan sebagainya.

Buah ini konon juga bisa digunakan sebagai obat diare dan disentri, daunnya yang masih muda bisa dimakan mentah, familiar disebut dengan nama Rukam ( Inggris ), ganda rukem / rukem ( Jawa ), klang tatah kutang ( kalimantan )

Tanaman yang bisa mencapai tinggi sampai 20 meter ini tumbuh tersebar di daerah malaysia, Indochina, India, Thailand, bernama latin flacourtia indica.

Scientific classification
Kingdom:Plantae
(unranked):Angiosperms
(unranked):Eudicots
(unranked):Rosids
Order:Malpighiales
Family:Salicaceae
Genus:Flacourtia
Species:F. indica
Binomial name
Flacourtia indica